Aceh Tamiang
Pengembangan Kaliandra sebagai pakan ternak dan sumber energi biomassa yang adaptif serta bernilai ekonomi jangka panjang.
Kaliandra · 300 ha · 600 KKProgram Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pascabencana memulihkan mata pencaharian melalui bantuan produktif, pendampingan teknis, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Banjir bandang dan bencana berulang dapat merusak lahan, menghilangkan ternak, dan memutus sumber pendapatan keluarga. Bantuan darurat penting, tetapi pemulihan yang kuat membutuhkan aset produktif, keterampilan, serta akses pasar.
YPKM merancang intervensi yang mengikuti karakter wilayah: pertanian dan energi alternatif di Aceh Tamiang, jagung serta nilam di Aceh Timur, dan peternakan kambing serta bebek di Aceh Utara.
Setiap wilayah memperoleh dukungan yang relevan dengan mata pencaharian, sumber daya, dan peluang ekonomi setempat.
Pengembangan Kaliandra sebagai pakan ternak dan sumber energi biomassa yang adaptif serta bernilai ekonomi jangka panjang.
Kaliandra · 300 ha · 600 KKPenguatan jagung untuk ketahanan pangan dan nilam untuk mengembangkan komoditas bernilai tambah serta akses pasar.
Jagung & nilam · 585 KKPengembangan usaha kambing dan bebek melalui sistem reproduksi, produksi, kesehatan ternak, dan diversifikasi hasil.
Kambing & bebek · 800 KKPendekatan program memastikan distribusi tidak berdiri sendiri, tetapi diikuti peningkatan kapasitas dan pemantauan.
Memetakan dampak, potensi, kebutuhan, dan kesiapan kelompok.
Menyalurkan bibit dan ternak sesuai karakter wilayah.
Menguatkan keterampilan budidaya, pemeliharaan, dan usaha.
Mendampingi kelompok agar bantuan dikelola secara optimal.
Memantau perkembangan, pembelajaran, dan keberlanjutan usaha.
Keberhasilan dilihat dari perubahan kapasitas dan keberlanjutan, bukan hanya jumlah bantuan yang tersalurkan.
Rumah tangga memiliki sumber pendapatan produktif yang lebih kuat.
Produksi pertanian dan peternakan mendukung ketahanan pangan lokal.
Kelompok tani dan peternak memiliki kapasitas mengelola usaha.
Produk masyarakat memiliki peluang masuk ke pasar lokal dan regional.
Program memprioritaskan keluarga terdampak langsung, rumah tangga miskin, perempuan, serta kelompok rentan agar akses terhadap pelatihan dan sumber daya lebih adil.
Pendampingan, penguatan kelembagaan, pengembangan pasar, dan sistem pengembangbiakan ternak membantu manfaat program terus tumbuh setelah dukungan awal selesai.
YPKM membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, donor, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat.